Friday, 20 October 2017

[T4 : Struktur Data 2] : Deklarasi Program Array 2 Dimensi





Berikut ini adalah deklarasi dari program array 2 dimensi diatas :



Algoritma Program Matriks Array 2 Dimensi

----------------------- deklarasi ------------------------
Int a, int b, int brs, int klm, int hsl;
Int arr[brs][klm];

--------- Input banyaknya baris dan kolom -------
write(baris);
write(kolom);

--------- Input baris dan kolom -----------------------
for(a=0;a<brs;a++)
for(b=0;b<klm;b++)
write(arr[a][b]);

--------- Output baris dan kolom ----------------------
for(a=0;a<brs;a++)
for(b=0;b<klm;b++)
write(arr[a][b]);

--------- Rumus penjumlahan ----------------------------
for(a=0;a<brs;a++)
for(b=0;b<klm;b++)
hsl=hsl+arr[a][b];

--------- Total seluruh nilai/angka yang diinput -------
write(hsl);

Sekian deklarasi program dari saya, semoga bermanfaat. Terimakasihh..

[T4 : Struktur Data 1 ] : Program Array 2 Dimensi & Menjumlahkan Seluruh Nilai

Berikut ini adalah sebuah program Array 2 dimensi & menjumlahkan seluruh nilai.

Listing Program :

#include <stdio.h>

int main (){
    int a, b, brs, klm, hsl;
    printf("\t\t- - - Program Matriks Menggunakan Array - - -\n\n");
    printf("__________________________________________________\n\n");
    printf (" Masukan Baris : "); scanf ("%d",&brs);
    printf (" Masukan Kolom : "); scanf ("%d",&klm);

    int arr[brs][klm];
    printf("__________________________________________________\n");
    printf ("\n Masukkan angka ke dalam matriks : ");
    printf ("\n");
        for (a=0;a<brs;a++){
            for(b=0;b<klm;b++){
                printf ("\n Baris <%d> Kolom <%d> : ",a+1,b+1); scanf ("%d",&arr[a][b]);
        }
    }
    printf("__________________________________________________\n");
        printf ("\n");
        for (a=0;a<brs;a++){
            for(b=0;b<klm;b++){
                printf (" \t%d ",arr[a][b]);
        }
        printf("\n");
    }
        hsl=0;
        for (a=0;a<brs;a++){
            for(b=0;b<klm;b++){
              hsl=hsl+arr[a][b];
            }
        }
        printf("\n Total seluruh nilai yang diinput : %d ", hsl);
        printf("\n__________________________________________________\n");
        printf ("\n");
    return 0;
}

Hasil Program :


Sekian program dari saya, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Terimakasih...


Wednesday, 4 October 2017

[T3 : Struktur Data 2] : Macam-Macam Framework CSS


Ada banyak sekali CSS Framework diluar sana, namun kali ini saya coba kenalkan beberapa framework popular yang biasa digunakan oleh para web developer, sebagai berikut :

1. Bootstrap

Bootstrap adalah CSS framework yang dikembangkan oleh twitter yang merupakan salah satu yang paling popular dan banyak sekali digunakan sampai saat ini.
Bootstrap menyediakan hampir semua kebutuhan kita dalam mengembangkan website, mulai dari grid sistem, komponen yang beragam, sampai dengan library umum yang biasanya akan kita butuhkan.
Bagi yang sudah biasa menggunakan bootstrap pasti familiar dengan class seperti .button-primary, .button-success, dll.
Bootstrap juga membolehkan pengguna atau komunitas untuk mengembangkan tema sendiri untuk bootstrap mereka, sehingga di luar sana banyak sekali pilihan tema untuk framework ini.
 
2. Foundation



Foundation salah satu framework professional yang dikembangkan oleh Zurb Foundation, sama seperti bootstrap yang menyediakan berbagai kebutuhan foundation juga memiliki hampir sebagian besar dari fitur tersebut.
Namun yang membedakan foundation hadir dengan lebih proesional, baik dari segi class naming, grid sistem maupun tema yang diusung olehnya.
 
3. Materialize


 
Materialize adalah framework yang dikembangkan berdasarkan material design guideline dari Google, jadi bila ingin menggembangkan website dengan kosep material design materialize ini salah satu pilihan terdepan.

[T3 : Struktur Data 1] : Program Menggunakan Array

Berikut contoh program menggunakan array :
  • Listing Program :
#include <stdio.h>
#include <string.h>

int main(){
    int i, nilai[3], jml, a, b, c;
    char nama[3][10];
    char nm[10];

    printf("\t\t\t= = = Program Array Dimensi Dua = = = \n\n");
    for (i=0;i<=2;i++){
        printf(" Input Nama ke-%d  : ", i+1); scanf("%s", &nama[i]);
        printf(" Input Nilai ke-%d : ", i+1); scanf("%d", &nilai[i]);
    }
    jml=0;
    for(i=0;i<=2;i++){
        jml=jml+nilai[i];
       }

    printf("______________________________________________________\n");
    printf(" No\t Nama\t \tNilai \n");
    printf("______________________________________________________\n");
    for(i=0;i<=2;i++){
        printf("%d\t %s\t \t %d \n", i+1, nama[i], nilai[i]);
    }
    printf("______________________________________________________\n");
    printf("\t Jumlah Nilai    : %d\n", jml);
    printf("\n______________________________________________________\n");
    printf("\n\n Nama Yang Ingin di Cari: "); scanf("%s", &nm);
    a=strcmp(nm,nama[0]);
    b=strcmp(nm,nama[1]);
    c=strcmp(nm,nama[2]);
    if(a==0)
        printf("\n No %d\t\t Nama: %s\t\t Nilai:%d\n",i,nama[0],nilai[0]);
    else if(b==0)
        printf("\n No %d\t\t Nama: %s\t\t Nilai:%d\n",i,nama[1],nilai[1]);
    else if(c==0)
        printf("\n No %d\t\t Nama: %s\t\t Nilai:%d\n",i,nama[2],nilai[2]);
    else
        printf(" Maaf nama yang anda cari tidak ada ");
    printf("\n\n\t\t- - - Created by: Muhammad Ashi Dicky - - - \n\n");
}

Hasil Program :


  
output program


Sekian yang bisa saya tulis, Semoga bermanfaat, Terimakasih...

Tuesday, 3 October 2017

[T2 : Struktur Data 4] : Apa Itu Bahasa Pemrograman & Sebutkan Jenis Bahasa Pemrograman?

Bahasa Pemrograman Merupakan prosedur/tata cara penulisan program. Pada bahasa pemrograman terdapat dua faktor penting, yaitu sintaks dan semantik.
Sintaks adalah aturan gramatikal yang mengatur tata cara penulisan kata, ekspresi dan pernyataan. Semantik adalah aturan - aturan untuk menyatakan arti.



Fungsi Bahasa pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan computer.

Kualitas bahasa pemrograman:

  • Ekspresivitas : secara jelas menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer
  • Dapat didefinisikan dengan baik : sintaks dan semantik harus konsisten tidak bermakna ganda
  • Tipe data dan strukturnya : berkemampuan untuk mendukung berbagai tipe data
  • Modularitasnya : harus mempunyai fasilitas subprogramming (modul)
  • Fasilitas masukan dan keluaran : harus mendukung berbagai model file (sequential, random, access, index, multiple index) dalam pemrosesan masukan dan keluaran
  • Portabilitas : harus dapat dipakai pada berbagai mesin komputer yang berbeda
  • Effisiensi : dapat dikompilasi dan dieksekusi secara cepat pada mesin komputer dimana program dapat diimplementasikan
  • Mudah dipelajari : harus mudah dipahami dan diajarkan
  • Bersifat umum : memiliki jangkauan luas untuk berbagai aplikasi
Secara umum terdapat 4 kelompok Bahasa Pemrograman yaitu:
  1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual  FoxPro, Dephi, Visual C)
  2. High Level (Seperti Pascal dan Basic),
  3. Middle Level (Seperti Bahasa C), dan
  4. Low Level (Seperti Bahasa Assembly).
Tipe Pemrograman :
1. Pemrograman Prosedural (Procedural Programming)
Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti algoritma adalah proses yang procedural.

Defenisi procedural adalah :
1.Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas
2.Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah

Pada pemrograman procedural, program dibedakan antara bagian data dengan bagian instruksi. Bagian instruksi terdiri atas runtutan instruksi yang dilaksanakan satu persatu secara berurutan oleh pemroses. Alur pelaksanaan  instruksi dapat berubah karena adanya pencabangan kondisional. Data yang disimpan didalam memori dimanipulasi oleh instruksi secara beruntun atau procedural. Paradigma pemrograman seperti ini dinamakan pemrograman procedural.

Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan C. mendukung kegiatan pemrograman procedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa procedural.

2. Pemrograman Terstruktur (Structured Programming)
Bahasa pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat menggunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan.
Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah  ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Bahasa pemrograman terstruktur adalah  pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.

Kontrol program terstruktur (Tiga tipe Bahasa pemrograman terstruktur): 


1. Terurut (sequence) 
Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah (setiap baris dikerjakan sekali atau tidak baris baris program yang tidak dikerjakan) 

2. Pilihan (selection/conditional) 
3. Pengulangan (repetition-loop)

Prinsip pemrograman terstruktur:
  • Pendekatan rancangan dari atas ke bawah (top down design), 
  • Bagi program ke dalam modul-modul logika yang sejenis, 
  • Gunakan sub-program untuk proses sejenis yang sering digunakan, 
  • Gunakan pengkodean terstruktur: (IF-THEN, DO-.. WHILE ), 
  • Hindarkan penggunaan perintah GO TO bila tidak diperlukan, 
  • Gunakan nama-nama bermakna (mnemonic names), dan Buat dokumentasi yang akurat dan berarti.
Gaya penulisan program terstruktur:
  • Menggunakan indentasi sehingga jelas struktur dan kontrol program.
  • Memudahkan pembacaan, pemahaman, penelusuran kesalahan dan pembuatan koreksi.
Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal. Cobol, RPG, ADA, C.

3. Pemrograman Modular (Modular Programming)

Program-program yang besar cenderung sulit terutama karena kompleksitas dari program tersebut, dan banyak bagian dengan hubungan yang rumit dan detail yang sebenarnya tidak perlu.

Salah satu metode dalam penyusunan program terstruktur adalah pemrograman modular. Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Dengan membagi masalah ke dalam modul-modul, maka masalah akan menjadi sederhana sehingga program dapat lebih mudah disusun  dan dipahami.

  • Fungsi, Prosedur, atau kumpulan perintah-perintah dipaket menjadi suatu modul.
  • Dapat digunakan berulang-ulang, atau digunakan olah fungsi, prosedur lain dalam program.
Setiap program mempunyai  sebuah modul program utama, yang mengontrol semua proses yang terjadi, termsuk  mengirimkan kontrol program ke submodul untuk melakukan suatu fungsi tertentu.

Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.

  • Jika persoalan yang ingin dipecahkan melalui program terlalu besar, sebaiknya pemecahan masalah dilakukan secara bertahap
  • Setiap tahapan akan menghasilkan modul program
  • Setiap modul tersebut diberi nama sehingga untuk menyatakannya cukup dengan menyebut namanya
  • Deskripsi fungsional dari setiap modul adalah penting
Program yang didefinisikan modulnya dengan baik akan :
  • Mudah dibaca dan dimengerti oleh pemakai 
  • Efisien, karena modul yang sama mungkin dipakai pada beberapa tahapan program. 
  • Modular programming banyak dimanfaatkan oleh bahasa pemrograman OOP.
4. Pemrograman Fungsional (Functional Programming)
  • Suatu bahasa dimana ekspresi disusun atas fungsi panggilan (bukan pernyataan).
  • Fungsi: perintah-perintah yang terkumpul menjadi satu dan dapat menghasilkan suatu nilai. 
  • Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang  memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika. 
  • Isi dari Program fungsional tidak mengandung pernyataan perintah.
Contoh bahasa pemrograman fungsional : Lisp, Scheme, ML, Haskell, Erlang.

5. Pemrograman Berorientasi Objek

  • Object / Objek: Elemen yang memiliki fungsi, metode, karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
  • Class: Kumpulan Object-object yang memiliki kesamaan karakateristik.
  • Merupakan bahasa pemrograman yang  mampu memanfaatkan objek-objek yang tersedia atau membuat suatu objek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman.
  • Mampu merefleksikan kebutuhan-kebutuhan user sebagaimana lakyaknya yang ada di dunia nyata.
  • Relative lebih fleksibel dan mudah  diadaptasikan terhadap perubahan suatu program.
  • Memiliki feature yang memperkuat dan  meningkatkan flesibilitas suatu objek dengan diadanya class, instance, encapsulation, inheritance, reuseability, dan polymorphism.
Karakteristik Bahasa Berorientasi Objek:
  • Objek fisik: (Mobil dalam simulasi arus lalu lintas, Pesawat terbang dalam sistem pengontrolan lalu lintas udara)
  • Elemen dari lingkungan : (Windows, Objek  grafik ( garis, lingkaran, polygon))
  • Penyimpanan data (array, stack, Link list, binary tree)
  • Entitas orang (karyawan, mahasiswa, pelanggan, pasien)
Contoh bahasa pemrograman beroriantasi object : C++ , SmallTalks , Java.

6. Pemrograman Visual
Bahasa Visual


  • Penggunaan ekspresi visual(seperti grafik, gambar, atau ikon) yang sistematik dan mempunyai arti
  • Bahasa visual adalah himpunan simbol-simbol grafis dan teks yang mempunyai arti semantik dan digunakan untuk menyelesaikan masalah komunikasi di dunia.
Bandingkan:
Bahasa Textual mengacu pada penggunaan karakter (teks).
Bahasa tekstual konvensional hanya bekerja pada 1 dimensi karena
compiler/interpreter memproses program pada satu arah saja.


Pemrograman Visual:

  • “Penggunaan ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman”
  • “Mengacu pada aktivitas yang memungkinkan pengguna untuk membuat program dalam dua (atau lebih) dimensi.
Bahasa Pemrograman Visual :
  • “Bahasa visual digunakan dalam pemrograman visual”
Visualisi:
  • “Penggunaan representasi visual (grafik, gambar, atau animasi) untuk menggambarkan program, data, struktur atau tingkah laku dinamis sistem yang kompleks.”
Sistem Pemrograman Visual : 
  • “Sistem komputer yang mendukung baik pemrograman visual maupun visualisasi”
Biasanya merupakan jenis bahas pemrograman visual. Contoh : Visual Basic, Visual C++, Delphi, Borland Kilix.

Monday, 2 October 2017

[T2 : Struktur Data 3] : Apa Itu Array & Jenis-Jenis Array

A. Pengertian Array
Array adalah suatu variabel yang terdiri dari sekumpulan data dimana data-data tersebut mempunyai tipe data yang sama. Setiap data disimpan dalam alamat memori yang berbeda-beda dan disebut dengan elemen array. Setiap elemen mempunyai nilai indek sesuai dengan urutannya. Melalui indek inilah kita dapat mengakses data-data tersebut. Indek dari elemen array ini, baik dalam bahasa C++ maupun Java dimulai dari 0, bukan 1 seperti dalam bahasa Pascal. 



Array dideklarasikan dengan tanda [ ]  (bracket), baik dalam bahasa C++ dan Java. Bentuk umum dari tipe data array adalah : 

tipe_data nama_array[jumlah_elemen] 

Jika ingin mendeklarasikan sebuah array dengan tipe data integer dengan nama a dan jumlah elemen array-nya 10 maka kodenya adalah : 

int a[10];  

Dalam bahasa Java pendeklarasian array lebih variarif. Selain dengan kode seperti di atas, Java juga dapat mendeklarasikan array dalam bentuk : int[ ] a; Kemudian setelah mendeklarasikan array, baik dengan kode yang pertama maupun yang kedua, Java harus menciptakan (membuat) objek terlebih dahulu sebelum array dapat  digunakan karena dalam Java array merupakan sebuah Class. Cara menciptakan objek array dalam Java adalah : 


a = new int[10];


Dalam Java pendeklarasian array dan pembuatan objek array dapat dilakukan alam
satu sintak, yaitu :


int[ ] a = new int[10]; 

atau 

int a[ ] = new int[10]; 

Baik C++ maupun Java, untuk mengakses elemen array, misalnya elemen ke-10 dari array dan kemudian menampung nilainya dalam sebuah variabel x, maka sintaknya adalah : 

x=a[9]; 

Untuk memasukkan data ke dalam array, sintak yang digunakan adalah :

a[nomor_elemen] = data;
a[0] = 5;
a[1] = 6;
a[2] = 7; dan seterusnya.


Agar lebih efisien dan efektif, maka pemasukan data dalam array dapat menggunakan perulangan seperti berikut ini : 


for (i=0; i<jumlah_data; i++) {
cout << “a[“ << i << “] = “; cin >> a[i];
}


Untuk Java sintak-nya adalah : 


for (i=0; i<jumlah_data; i++) {
System.out.print(“a[“ + i + “] = “); Scanner input = new Scanner(System.in);
int data=input.nextInt(); a[i] = data;
}


Berikut contoh program lengkap dalam bahasa C++ adalah :
1. #include <iostream>
2. using namespace std;
3. int a[10],jumlah=10;
4. bool cari(int cariData,int nElemen) {
5. int i;
6.for(i=0; i<nElemen; i++) {
7. if(a[i] == cariData)
8. break;
9. }
10. if(i == nElemen) return false;
11. else return true;
12. }
13. void input(int data,int i) {
14. a[i] = data;
15. } 

16. void hapus(int data,int nElemen) {
17. int i;
18. for(i=0; i<nElemen; i++) {
19. if( data == a[i] ) 20. break;
21. }
22. if(i==nElemen) cout << "Data " << data << " tidak terhapus (tidak
ada)" << endl;
23.else {
24. for(int j=i;j<nElemen-1; j++) {
25.a[j] = a[j+1];
26. }
27. cout << "Data " << data<< " dihapus" << endl;
28. }
29. }
30. void tampil(int nElemen) {
31. for(int i=0; i<nElemen; i++)
32.cout << a[i] << " ";
33. cout << endl;
34. }
35. void main() {
36. int data;
37. for(int i=0; i<jumlah; i++){
38. cout << "a[" << i << "] = ";
39. cin >> data;
40. input(data,i);
41. }
42. tampil(jumlah);
43.int cariData = 12;
44. if (cari(cariData,jumlah)==false)
45.cout << "Data " << cariData << " tidak ditemukan " << endl;
46. else
47.cout << "Data " << cariData << " ditemukan" << endl;
48. hapus(89,jumlah);
49. jumlah--;
50. hapus(0,jumlah);
51. jumlah--;
52. tampil(jumlah);
53. } 


Contoh program dalam bahasa java :

1. import java.util.Scanner;
2. class arrayClass {
3. private int[ ] a;
4. private int nElemen;
5. public latArrayClass(int max) {
6. a = new int[max];
7. nElemen = 0;
8. }
9. public boolean cari(int cariData) {
10. int i;
11. for(i=0; i<nElemen; i++) {
12. if(a[i] == cariData)
13. break;
14. }
15. if(i == nElemen) return false;
16. else return true;
17. }

18. public void input(int data) {
19.a[nElemen] = data;
20. nElemen++;
21. }
22. public boolean hapus(int data) {
23. int i;
24. for(i=0; i<nElemen; i++) {
25. if( data == a[i] )
26. break;
27. }
28. if(i==nElemen) return false;
29. else {
30. for(int j=i; j<nElemen-1; j++) {
31. a[j] = a[j+1];
32. }
33. nElemen--;
34. return true;
35. }
36. }
37. public void tampil() {
38. for(int i=0; i<nElemen; i++)
39. System.out.print(a[i] + " ");
40. System.out.println("");
41. }
42. }
43. class bikinArray {
44. public static void main (String[ ] args) {
45. int makArray = 10;
46. latArrayClass larik;
47. larik = new arrayClass(makArray);
48. for(int i=0; i<10; i++){
49. System.out.print("a[" + i + "]= ");
50. Scanner input =new Scanner(System.in);
51. int dt=input.nextInt();
52. larik.input(dt);
53. }
54. larik.tampil();
55. int cariData = 12;
56. if (larik.cari(cariData)) System.out.println("Data " + cariData + " tidak ditemukan ");
57. else System.out.println("Data " + cariData + " ditemukan");
58. larik.hapus(89);
59. larik.hapus(0);
60. larik.tampil();
61. }
62. } 


B. Inisialisasi Array
Inisialisasi array adalah pemberian nilai default pada array. Pemberian nilai default ini dilakukan pada saat array dideklarasikan.

Bentuk umum dari inisialisasi array ini adalah sebagai berikut :


tipe_data nama_array[jumlah_elemen]
= {nilai1,nilai2,...,nilaiN}

Nilai didalam kurung kurawal disebut dengan Initialization List.

Contoh :
int a[10] = { 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27 }; 


Dalam Java dapat berbentuk :
int[ ] a = { 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27 };


C. Array Multi Dimensi
Array multi dimensi adalah suatu array yang mempunyai lebih dari satu subskrip.
Array multi dimensi ini aplikasinya antara lain untuk matrik. Adapun deklarasi dari array multi dimensi adalah :


tipe_data
nama_array[jumlah_elemen_baris]
[jumlah_elemen_kolom];


Contoh :
intmatrik[2][2];
Merupakan matrik 2 X 2

D. Mengurutkan Elemen Array
Ada banyak sekali metode untuk mengurutkan data, antara lain Exchange Sort,
Selection Sort, Insertion Sort, Bubble Sort, Quick Sort, Shell Sort, Binary Insertion Sort,
dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak metode, hanya metode Exchange Sort, Bubble Sort, dan Insertion Sort saja yang akan kita bahas karena ketiga metode ini merupakan metode yang paling mudah dan banyak digunakan.


Untuk metode Selection Sort langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Proses 1: variabel indek diberi nilai 1 (data ke-1) kemudian data indek dibandingkan dengan data ke-2. Jika data indek lebih besar maka nilai indeknya diganti dengan 2 (data ke-2), jika tidak nilai indeknya tetap. Kemudian data indek dibandingkan lagi
dengan data ke-3, lebih besar? Nilai indek ditukar! Demikian seterusnya. Setelah selesai, nilai indek diperiksa apakah nilai indek berubah atau tidak. Jika nilai indek mengalami perubahan maka data ke-1 ditukar dengan data indek. 


2. Pada proses 2: variabel indek diberi nilai 2 (data ke-2) kemudian data indek dibandingkan dengan data ke-3. Jika data indek lebih besar maka nilai indeknya diganti dengan 3 (data ke-3). Kemudian data indek dibandingkan lagi dengan data ke-4, lebih besar? Nilai indek ditukar! Demikian seterusnya. Setelah selesai, nilai indek diperiksa apakah nilai indek berubah atau tidak. Jika nilai indek mengalami perubahan maka data ke-2 ditukar dengan data indek.


3. Demikian untuk proses selanjutnya dimana banyak prosesnya adalah jumlah elemen array dikurangi satu.

Metode Bubble Sort mempunyai langkah-langkah sebagai berikut :
1. Membandingkan data ke-1 dengan data ke-2, jika data ke-1 lebih besar, maka
kedua data ditukar.
2. Kemudian membandingkan data ke-2 dengan data ke-3, jika data ke-2 lebih besar, kedua data ditukar lagi.
3. Demikian seterusnya sampai data terakhir, sehingga data kedudukannya
akan bergeser-geser.
4. Untuk proses 2, pembandingan (pergeseran data) hanya sampai pada
data terakhir dikurangi satu.

Metode Insertion Sort mirip dengan cara orang mengurutkan kartu selembar demi
selembar, kartu diambil dan disisipkan (insert) ke tempat yang seharusnya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Pengurutan dimulai dari data ke-2 sampai dengan data terakhir.
2. Jika ditemukan data yang lebih kecil atau lebih besar, maka akan ditempatkan
(diinsert) diposisi yang seharusnya

Sunday, 1 October 2017

[T2 : Struktur Data 2] : Jenis-Jenis Operator Pada Tipe Data


Dalam suatu tipe data tentu kita mengenal yang namanya operator-operator yang ada pada tipe data. Operator adalah simbol yang digunakan untuk mengolah nilai pada operand dan menghasilkan suatu nilai baru.

Operator dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan jumlah operand -nya, yaitu :
  • Unary Operator dan,
  • Binary Operator.
Berdasarkan jenis operasinya, operator dalam bahasa C dapat dibedakan menjadi: 
  1. Operator Aritmatika 
  2. Operator Logika
  3. Operator Relasi
  4. Operator Bitwise
Operator Aritmatika :

Operator Kombinasi :
  

Operator Relasi :

 Operator Bitwise :


Operator Penugasan :